Basha Market kembali menjadi salah satu acara yang ramai diperbincangkan di Surabaya. Bertajuk “Basha: Livin’ in Paradis”, creative market ini berlangsung pada 27–30 Agustus 2026 di Next Gen Multipurpose Hall, Ciputra World Surabaya, dengan menghadirkan lebih dari 150 jenama lokal dari berbagai kota di Indonesia.

Namun, hal yang membuat penyelenggaraan tahun ini menarik bukan hanya jumlah tenant atau keramaian pengunjung. Basha Market memilih untuk tidak menjadikan target omzet sebagai fokus utama. Acara ini diarahkan untuk mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen, membuka peluang kolaborasi, dan membantu menjaga pergerakan ekonomi kreatif di tengah kondisi bisnis yang menantang.

Event yang Berhasil Dimulai dari Tujuan yang Kuat

Sebuah event bukan sekadar kerumunan, dekorasi menarik, atau panggung yang meriah. Event yang baik memiliki tujuan yang jelas serta mampu memberikan pengalaman bernilai bagi semua pihak yang terlibat.

Dalam penyelenggaraan Basha Market, pengunjung tidak hanya datang untuk berbelanja. Mereka dapat menemukan produk baru, berbicara langsung dengan pemilik jenama, menikmati suasana visual dan musik, serta mengikuti pengalaman interaktif. Bagi pelaku usaha, acara ini menjadi ruang untuk menguji respons pasar, memperkenalkan identitas brand, membangun jejaring, dan menjangkau konsumen secara langsung.

Menurut pemberitaan Kompas.com, fokus Basha Market tahun ini adalah menggerakkan ekonomi, bukan sekadar mengejar angka penjualan. Sementara itu, situs resmi Basha Market menjelaskan perannya sebagai platform yang membantu wirausahawan muda dan seniman menjangkau konsumen melalui event tematik.

Apa yang Terjadi di Balik Sebuah Creative Market?

Di balik acara yang terlihat menyenangkan, ada proses pengelolaan yang panjang dan kompleks. Tim penyelenggara harus menyusun konsep, menentukan target audiens, memilih lokasi, mengkurasi tenant, mengatur alur pengunjung, membangun kerja sama dengan sponsor, serta menyiapkan strategi komunikasi.

Mereka juga perlu mengelola anggaran, vendor, perizinan, keselamatan, teknologi pendukung, hingga rencana alternatif jika terjadi kendala. Setelah acara selesai, hasilnya perlu dievaluasi menggunakan indikator yang sesuai dengan tujuan—bukan hanya transaksi, tetapi juga kepuasan pengunjung, jangkauan publikasi, kualitas kolaborasi, dan dampak bagi peserta.

Seluruh proses tersebut merupakan bagian dari bidang Event Management.

Mengapa Event Management Layak Menjadi Pilihan Kuliah?

Event Management memadukan kreativitas, bisnis, komunikasi, dan kemampuan mengelola proyek. Mahasiswa belajar mengubah sebuah gagasan menjadi pengalaman nyata yang dapat dinikmati banyak orang sekaligus memberikan manfaat bagi organisasi, komunitas, maupun industri.

Dalam perkuliahan, mahasiswa umumnya mempelajari perencanaan dan produksi acara, penyusunan anggaran, pemasaran event, sponsorship, pengelolaan vendor, pelayanan pengunjung, hubungan masyarakat, manajemen risiko, serta evaluasi acara. Pengalaman melalui proyek praktis dan magang juga penting karena dunia event membutuhkan kemampuan mengambil keputusan, menyelesaikan masalah, dan bekerja bersama banyak pihak.

Apakah Jurusan Ini Cocok untukmu?

Event Management dapat menjadi pilihan yang tepat bagi kamu yang senang menciptakan pengalaman, bertemu banyak orang, dan bekerja dalam lingkungan yang dinamis. Jurusan ini juga cocok untuk pribadi yang kreatif tetapi tetap terorganisasi, mampu berkomunikasi dengan baik, menyukai kerja tim, serta siap menghadapi perubahan.

Kamu tidak harus menjadi orang yang paling ramai atau selalu tampil di depan panggung. Dunia event juga membutuhkan perencana yang teliti, pengelola anggaran, negosiator, spesialis pemasaran, koordinator operasional, dan problem solver yang tenang ketika menghadapi situasi tak terduga.

Peluang Karier setelah Lulus

Keahlian Event Management dapat digunakan dalam berbagai bidang, seperti festival, konser, bazar kreatif, konferensi, pameran, acara olahraga, peluncuran produk, pernikahan, hingga acara perusahaan dan pemerintahan.

Lulusannya dapat berkarier sebagai event planner, event producer, project officer, exhibition organizer, conference coordinator, sponsorship and partnership officer, venue manager, wedding planner, marketing event specialist, maupun membangun usaha event sendiri.

Dari Penikmat Acara Menjadi Perancang Pengalaman

Basha Market menunjukkan bahwa sebuah acara dapat berperan lebih besar daripada sekadar tempat jual beli. Dengan konsep yang tepat dan pengelolaan profesional, event dapat mempertemukan komunitas, memperkuat jenama lokal, menciptakan peluang kolaborasi, dan menggerakkan ekonomi kreatif.

Jika kamu tertarik mempelajari Event Management di Indonesia atau luar negeri, RIM Education dapat membantu mengeksplorasi pilihan universitas dan program yang sesuai dengan minat serta tujuan kariermu. Hubungi RIM Education untuk mendiskusikan rencana studimu dan memulai langkah menuju karier di industri event global.